Selasa, 16 Maret 2021

Nadya Alarm Bu Guru

Membuat tugas untuk anak-anak bukan suatu perkara mudah bagi saya . Bukan karena tidak ada materi tetapi bagaimana cara membuat anak agar tidak bosan dan tetap bersemangat dalam belajar.  Hingga kadang sibuk memikirkan sampai lupa tidak mengirimkan dasar saya suka lupa. Tapi lupa adalah anugerah ucap salah satu instrukstur dalam kegiatan diklat yang saya ikuti. 

Kelupaan saya sering sekali di ingatkan oleh Nadiya.Ia selalu mengirimkan pesan pribadi kepada saya jika pukul 7 lebih saya tidak mengirimkan tugas. Kalimat yang su ia kirimkan adalah "maaf ada tugas tidak bu?".Ah malu sekali kalau sudah ada pesan seperti itu, dan Nadiya menjadi alarm bagiku.

Seperti hari ini, pagi yang riweh dan bersemangat ini,  saya harus mengikuti diklat di BKPPD yang jarak rumah ketempat diklat hampir 17 km. Setelah selesai dengan kegiatan rumah tangga saya bergegas menuju kesana. Alhamdulillah tidak terlamat dan saya mengeluarkan gawai untuk presensi kedinasan.Jam menunjuk angka 07.45 WIB. Setelah mobsi atau mobile presensi lagi-lagi saya membaca pesan Nadiya ." Bu ada tugas tidak ?" Terimakasih. Ahaiii Nadiya si alarm Ibu Guru.
Edisi 16 Maret 2021

# Ceritakelaskuhariini
#ceritamuridkuhariini
#ceritaanakkuhariini


Cahya dengan Gambarnya

Edisi 14 Maret 2021

Tugas yang akan saya berikan hari ini adalah salah satu kesenangan semua siswa.Apakah gerangan? Tugas itu adalah menggambar. Semua cepat kilat mengirimkan hasil ganbarannya. Semua bagus dengan kratifitas masing-masing yang tentu unik.

Satu yang saya anggap menarik dalah milik Cahya. Mengapa demikian? Karena satu dari sekian yang tidak diberi warna dan menulis judul kurang tepat. Ganbar Cahya juga bagus dan estetik.  Berikut adalah penampakan dari karya Cahya. Bagaimana menurut bapak/ibu semua.

Tiara dengan Perubahan Wujud Benda

Tanggal 12 Maret sudah terlampaui tetapi ceritanya msih mampu saya tulis disini. Waktu itu ada kegiatan praktik siswa dengan tema perubahan wujud benda. Saya membebaskan murid-murid untuk membuat sebuah praktik perubahan wujud benda dengan mengirimkan sebuah  video .Salah satu video yang kreatif dan kontennya sesuai adalah milik Tiara.

Tiara membuat sebuah praktik perubahan benda dari wujud padat menjadi cair. Perubahan tersebut akibat lilin yang dibakar maka panas api tersebut akan membuat perubahan fisika pada lilin yaitu meleleh. 

Tiara mengemas praktik singkat terbut dengan audio yang baik, visual yang jelas dan memberikan narasi dengan tulisan pada video yang dikirimkan.Nilai plus dari sebuah karya yang dikirimkan.Selamat Tiara atas prestasimu hari ini mampu memahami petunjuk dari saya dan mampu praktik dengan baik serta membuat video yang menarik.

Edisi 12 Maret 2021
#ceritakelaskuhariini
#ceritamuridkuhariini
#ceritaanakkuhariini 

Pidato Syahda

Tanggal 10 Maret 2021 saya memberikan tugas kepada anak didik saya untuk mengirimkan video praktik pidato.
Semua anak menjawab dengan kata siap dan ya. Waktu batas kirim tugas adalah pukul 18.00 WIB. Tentu saja tema saya tentukan yaitu tentang Virus Corona. 

Dalam 1 jam anak-anak sudah banyak yang mengirimkan. Setiap video yang terkirim akan saya berikan umpan balik dan berikan saran kritiknya tebtu saja tidak lupa saya berikan apreisasi. Hingga pukul 18.00 masih saja ada yang belum mengumpulkan tetapi tidak mengapa karena anak tersebut akan mengirimkan kan malam hari , karena menunggu orang tuanya mendampinginya saat berpidato.

Salah satu dari 20 siswa yang telah mengirimkankan video, Syahda mampu membuat saya terpana. Hampir satu tahun tidak berjumpa dan belajar melalui maya anak tersebut mampu membuat pidato sendiri dan percaya diri. Isi dari pidato juga teramat memikat, ia mampu memilih diksi dan isi sesuai kemampuan dia. Meski adakalanya ia membaca tetapi ia mampu mengkhatamkan pidato dengan durasi yang sesuai. 
 Satu bait isi dari pidato Syahda adalah , perjumpaan yang menjadi langka akibat corona semoga tak membuat retaknya tali persahabatan kita. Nah benar sekali isi pidato  yang syarat makna bahwa meski tanpa ada pertemuan agar kita tetap menjaga tali silaturahmi dan persahabatan. Terimakasih Syahda .

Edisi 10 Maret 202
#ceritakelaskuhariini
#ceritamuridkuharini#ceritaanakkuhariini

Selasa, 09 Maret 2021

Zoom dan Emak

Belajar masa pandemi bagi anak - anak adalah sesuatu yang amazing. Apalagi yang ada di pelosok negeri. Kekuatan hati emak dan anak, kekuatan budget serta kekuatan sinyal menjadi suatu hal yang tak bisa dipisahkan layaknya siang dan malam. 
Kekuatan hati adalah ketika harus membagi waktu, perasaan dan kemauan untuk mampu mendampingi dan mau belajar dengan tenang baik anak maupun emak. Seperti hari ini kekuatan hati emak dipertaruhkan dan di uji. 
Saat emak ada jadwal vaksinasi dan emak memiliki tingkat ketakutan yang tinggi. Emak lupa saat ada jadwal zoom anak dan tidak membagikan link untuk anak.
Ah merasa bersalah juga, emak cuma memikirkan hati dan perasaan sendiri untuk mampu menerima vaksinansi hingga lupa bagi link anak sendiri.
Eh bukannya lupa sih tapi emak gak buka siaran di WAG anak kalau ada jadwal zoom.
 Lepas dari suntikan yang bikin keder ini emak baru inget buka WAG anak. Eh ternyata ada jadwal zoom. Nah buru-buru emak kasih link ke anak melalui wapri. Alhamdulillah sih ya banyak emak yang belum join juga. 
Sampai rumah emak pasang tampang garang dan bertanya pada anak " hayo tadi ikutan zoom tidak? " Anakpun menjawab ikutan dong. Ah lega hati mamak ini, zoom oh zoom dan emak yang penuh halusinasi .Sekian cerita hari ini mengganti tugas di hari 2 challenge Maret.

#ceritakelaskuhariini,
#ceritamuridkuhariini,
#ceritaanakkuhariini,
#challange Maret

PR Pak Jimy

Saat mengikuti webibar perdana dari AISEI dapat PR dari Pak Jimmy, ternyata belum saya kerjakan .Ah memang terlalu rajin saya. Saya akan mencoba menjawab.Kita cek yuk PR nya.

1. "Seiring meningkatnya ketergantungan manusia akan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan, kemampuan manusia berpikir untuk diri mereka sendiri semakin menurun" Apakah Anda setuju dengan pernyataan ini?
 Jawaban saya adalah relatif, mengapa saya menjawab relatif .Alasan saya memberikan jawaban relatif adalah karena melihat dari sudut pandang yabg berbeda.Yang pertama adalah sebagai pembuat tehnologi sendiri maka kemampuan berpikir akan semakin meningkat, ia akan mencoba dan menemukan hal baru lagi untuk perbaikan teknologi yang sudah ada, ia akan selalu melakukan riset bagi teknologi yang notabene telah membantu dalam kehidupan. Maka kemampuan berpikir untuk mereka sendiri akan selalu terasah demi kehidupan yang semakin baik.Ide manusia memang tak bisa tergantikan oleh teknologi karena teknologi merupakan hasil dari ide manusia itu sendiri.

Sedangkan untuk sudut pandang kedua adalah bagi para penikmat hasil teknologi .Mereka hanya akan menggantungkan semua dengan alat yang sudah tersedia. Mereka akan berpikir yang penting ada uang untuk bisa membeli teknologi untuk membantu kehidupan mereka sendiri tanpa harus memikirkan bagiamana teknologi itu berkembang.Namun tidak dipungkiri mereka tetap akan berusaha meningkatkan daya pikir mereka untuk menggunakan alat tersebut .Karena tanpa memiliki pengalaman dan tahu cara menggunakan alat mereka juga tidak bisa menikmati teknologi meskipun dana tersedia. 



2. "Sebuah bangsa harus mewajibkan semua muridnya untuk mempelajari kurikulum nasional yang sama sampai mereka masuk universitas" Apakah Anda setuju dengan pernyataan ini?
Mempelajari kurikulum nasional  sampai masuk universitas sepertinya saya kurang setuju.Hal ini kurikulum baiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi yang ada. Kemampuan setiap daerah pastinjuga tidak akan sama tetapi memiliki standar sama adalah sewajarnya .

Jawaban PR yang sudah telat boleh diralat jika salah ya Pak Jimmy. Hasil pemikiran setelah divaksinasi semoga tidak banyak koreksi .Salam literasi.

Senin, 08 Maret 2021

Membingkai Cerita

Pagi ini berbeda dengan biasanya. Sepertinya semangat pagi ini lebih berenergi daripada energi secangkir kopi. Gegas aku buang malasku, sinar suryapun menyapa hangat tubuhku. Menduranya bersinar terang, seperti ingin mengatakan pada bumi ,hai aku siap memberi kehidupan untukmu. 

Pagi ini aku akan berjumpa dengan generasi emas Indonesia, mereka anak kelas 6 yang hampir lulus meskipun tidak  genap 4 bulan ia berada si bangku sekolah secara nyata akibat corona yang merajalela. Kami mempunyai misi pagi ini, membingkai cerita di album sekolah. Mempersiapkan pas foto untuk secarik kertas yang bernama ijazah.

Gempita pagi ini luar biasa, anak- anak riang gembira tapi awas jaga jarak ya ! Menunggu photographer datang dengan tenang dan akan mewujudkan sebuah cerita dibingkai album kenangan. Selanjutnya sesi pemotretan tiba dan saya ingat-ingat anakku berjumlah 20 . Nah salah satu guru PAI ditempat kami menguji nama anak didikku yang memang aku baru mengampunya. " Ini siapa ? Tiara jawabku" Itu siapa? Syahda kataku,masih ingatkan aku dengan bangganya aku mengatakan itu. Kemudian ini siapa ? " Miranti jawabku dan ternyata salah diriku.Oh Tuhan ,malunya aku.Maaf ya bukan lupa tapi kalian kan mirip, iya kan Nadya? Lagi-lagi bu guru butuh aqua .
ceritakelaskuhariini

#ceritamuridkuhariini

#ceritaanakkuhariini

#Mar2AISEIWritingChallenge