Senin, 22 Februari 2021

Pawon


Sering kita membaca atau melihat di Instagram ,media sosial iklan tempat dengan nama Pawon Purba, Pawon Budhe, Pawon Joglo atau Pawon Mercon. Apa yang terbersit di benak anda ketika ada kata "pawon"? Apa hanya terbersit makanan atau sebuah tempat memasak atau semacamnya? 
Pawon sendiri berasal dari bahasa Jawa yang bisa menyebutkan kata lain dari dapur, tetapi juga bisa di maknai sebagai tungku.Pawon juga dapat disebut sebagai papan tradisional untuk  menyediakan bahan makan minuman untuk keluarga.
Di dalam pawon tidak terlepas dari peralatan memasak beberapa alat yaitu tungku tradisional yang disebut pawon, dhingkel, luweng atau anglo.

Dhingkel atau tungku terbuat dari susunan batu bata yang berlubang satu atau sama sekali terbuka. Bentuk lain seperti dhingkel adalah yang disebut luweng, tetapi luweng lebih panjang dan memiliki lubang tiga sampai empat dan terdapat sebutan untuk masing-masing bagian yang berfungsi misal yang disebut cangkem 
luweng tempat untuk memasukkan kayu bakar, bolongan luweng atau slowongan untuk tempat meletakkan peralatan masak, tumang atau bibir dhingkel, dan lawih 
sebagai penopang (ganjel) yang diletakkan pada bibir. Peralatan tungku lainnya yang pada umumnya digunakan oleh sebagian penduduk di daerah pedesaan adalah keren. Alat tungku yang disebut keren juga memiliki 
bagian-bagian yang berfungsi yaitu cangkem keren untuk meletakkan bahan bakar, dan pada bagian atas bolongan keren untuk meletakkan peralatan memasak. Baik 
dhingkel, luweng, maupun keren menggunakan bahan bakar kayu, sepet, bambu, atau sampah-sampah kering. 
Tungku lainnya yang juga masih digunakan adalah anglo, yang bahan bakarnya menggunakan arang. Anglo juga 
mempunyai bagian-bagian yang masing- masing memiliki fungsi yang berbeda yaitu sarangan anglo untuk tempat arang, cangkem anglo (mulut anglo) adalah tempat kita mengipaskan kipas agar api menyala lebih besar. Alat lain yang sekarang sudah mulai banyak digunakan 
adalah kompor.

Makanan yang diproses dengan perapian tradisional biasanya memiliki cita rasa khas dan lebih nikmat. Maka di daerah pedesaab biasanya masih kita temukan dan sering kita jumpai perapian tradisional ini saat ada hajatan Karena mampu memroses suata masakan dalam skala besar dan dengan cita rasa yang khas tersebut. 

Berasal dari pawon atau dapur tercipta makanan minuman dari seorang ibu dengan penuh cinta untuk semua anggota keluarga. 


#thepowerofkepepet

#pikir15menit #tulis15menit

#Feb2AISEIWritingChallenge

#kasihsayang

0

8 komentar: